PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RS PREMIER BINTARO

Berpegang teguh pada motto “People caring for people” Rumah Sakit Premier Bintaro, yang juga merupakan bagian dari Ramsay Health Care Australia, senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan di semua bidang secara berkesinambungan. Salah satunya di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit. Komitment tersebut ditunjukkan dengan berhasilnya RS. Premier Bintaro mempertahankan pencapaian nilai tertinggi untuk standart dari HICMR( Healthcare Infection Control Management Resource) di Indonesia.
HICMR merupakan badan audit internasional dan konsultan untuk pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) yang berpusat di Melbourne, Australia. HICMR sudah dipercaya selama lebih kurang 25 tahun menjadi leader dalam memberikan rekomendasi dan konsultasi untuk manajemen program PPI, baik pada level strategi, manajerial maupun operasional.
Pentingnya pencegahan dan pengendalian infeksi karena mengingat rumah sakit selain tempat untuk memperoleh kesembuhan, sekaligus sumber berbagai macam infeksi dan penyakit. Untuk itu dibutuhkan manajemen pencegahan dan pengendalian infeksi yang adekuat. Semua yang berada di rumah sakit tanpa terkecuali baik tenaga medis, paramedis, pengunjung dan pasien itu sendiri, berisiko untuk tertular berbagai infeksi dan penyakit.
Dalam dunia medis dikenal istilah infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang didapat dari rumah sakit (Healthcare-Assosiated Infections). Kemampuan rumah sakit untuk mengontrol infeksi nosokomial akan mempengaruhi proses penyembuhan pasien. Hal ini dapat diupayakan dengan menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang aman dan bersih sesuai dengan standar yang sudah ada. RS Premier Bintaro sendiri sudah menerapkan standar tinggi dalam pencegahan dan pengendalian infeksi dengan rutin mengikuti audit HICMR setiap tahunnya. Sehingga diharapkan nantinya seluruh elemen yang berada dan beraktivitas di rumah sakit dapat terlindungi dari berbagai jenis infeksi dan penyakit.
Seluruh area dan fasilitas di RS Premier Bintaro yang berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian infeksi menjadi perhatian surveyor HICMR selama proses audit. Berikut ini merupakan area critical yang menjadi fokus dalam kegiatan audit HICMR setiap tahunnya.

Ruang perawatan merupakan area utama yang memungkinkan terjadinya risiko transmisi atau penularan penyakit baik antar pasien, maupun antara pasien dengan petugas kesehatan/lingkungan rumah sakit.
Poin penilaian audit HICMR di ruang perawatan antara lain: kebersihan tangan (hand hygiene), pemeliharaan lingkungan, penerapan alat pelindung diri, penanganan obat-obatan yang diberikan kepada pasien, penyimpanan alat kesehatan dan linen pasien, pembuangan sampah klinis dan benda tajam dan lain- lain. Berikut ini persentase pencapaian audit ruang perawatan dari tahun 2013 s.d 2016:

table-ruang-perawatan

Audit HICMR tidak hanya difokuskan di ruangan perawatan tetapi juga pada akses pelayanan umum yang berkaitan. Salah satunya adalah bagian Food and Beverage.
Untuk bagian Food and Beverage elemen yang menjadi penilaian HICMR dimulai dari persiapan makanan, kebersihan lingkungan dan alat makan, penyimpanan bahan makanan, dan bahkan kesehatan staff. Persentase pencapaian audit HICMR dalam pelayanan Food and Beverage dari tahun 2013 s.d 2016 adalah sebagai berikut:

table-pencapian-layanan

Kamar operasi merupakan fokus audit HICMR selanjutnya. Pentingnya hal ini adalah untuk memastikan bahwa pasien yang menjalani prosedur invasive (pembedahan) terlindung dari transmisi infeksi dan terjaga kondisi sterilitasnya selama tindakan operasi berlangsung.
Elemen yang dinilai oleh audit HICMR untuk kamar operasi antara lain: lingkungan kamar operasi, sistem ventilasi dan sirkulasi udara, praktek cuci tangan bedah, pemeliharaan area steril untuk operasi, penatalaksanaan anestesi/ sedasi, perawatan pasca anestesi/ sedasi, penanganan sampah klinis; benda tajam dan linen, pendokumentasian implant, dsb. Berikut ini merupakan persentase pencapaian audit HICMR untuk kamar operasi di RS Premier Bintaro dari tahun 2013 s.d 2016:

table-kamar-operasi

Trans Vaginal Probe atau USG Trans Vagina merupakan media yang berpotensi menjadi sumber transmisi infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Seperti yang dipaparkan dalam pedoman HICMR bahwa 3-7% Trans Vaginal Probe memiliki risiko tinggi terkontaminasi HPV. Untuk itu sangat diperlukan penanganan yang tepat dalam penggunaan TVP yang biasanya sering digunakan untuk pemeriksaan di bidang kebidanan. Infeksi HPV saat ini masih menjadi isu yang terus berkembang mengingat angka kejadiannya yang cukup tinggi di dunia. HPV merupakan penyebab dari kanker serviks dan beberapa kasus keganasan reproduksi lainnya.
Pada audit HICMR poin penting yang menjadi perhatian dalam penggunaan TVP meliputi: kebersihan area untuk proses desinfeksi (proses pensterilan), prosedur desinfeksi TVP menggunakan cairan DTT (Desinfeksi Tingkat Tinggi), perawatan alat dan pendokumentasian.
Dari hasil audit HICMR tahun 2016 ini tidak ada kata berpuas diri bagi kami pihak RS Premier Bintaro. Pencapaian ini selayaknya menjadi acuan bagi pihak rumah sakit untuk mempertahankannya sekaligus motivasi untuk dapat meningkatkannya pada audit HICMR selanjutnya. Program pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit sangat dirasakan manfaatnya dalam proses pemulihan pasien yang dirawat di rumah sakit. Selain itu upaya ini juga dapat menghindarkan seluruh pengunjung dan staff rumah sakit dari risiko tertular berbagai jenis infeksi dan penyakit.

lobby