Standard Internasional untuk Pengendalian Infeksi

Setiap rumah sakit sejatinya menjadi tempat memperoleh kesembuhan. Namun, seringkali orang yang berada di rumah sakit, entah sebagai tenaga medis, paramedis, pengunjung dan pasien, justru menanggung risiko tertular penyakit. Bisa dibayangkan, pasien yang berharap kesembuhan, justru terpapar beragam sumber penyakit, di saat lemah daya tahannya. Kondisi inilah yang disebut infeksi nosokomial atau yang dikenal sebagai “Hospital Acquired Infections” (HAIs).

Menurut World Health Organization (WHO) Nosocomial infections, also called “hospital-acquired infections”, are infections acquired during hospital care which are not present or incubating at admission. Infections occurring more than 48 hours after admission are usually considered nosocomial. Penularan infeksi bisa terjadi pada pasien, petugas pelayanan kesehatan dan pengunjung rumah sakit. Misalnya, dalam ruangan tertutup, satu orang saja terjangkit influenza, sejumlah orang di ruangan itu, berpotensi terpapar virus influenza. Kalau sekadar influenza, tentu masih mudah penanganannya. Apa jadinya kalau, flu burung,flu babi atau penyakit lainnya yang seberat itu.

Hal tersebut menjadi perhatian serius RS Premier Bintaro). Empat belas tahun sudah RSPB menerapkan standar tinggi dalam pengendalian infeksi silang di rumah sakit . Penerapan secara konsisten pengendalian infeksi ini untuk menjaga kualitas standar pelayanan di rumah sakit Premier Bintaro. Semenjak tahun 2001, Setiap tahunnya ada audit rutin yang dilakukan oleh HICMR (Health Care Infection Control Management Resource ).

Rumah Sakit yang dapat mengontrol infeksi nosokomial atau “hospital-acquired infections” (HAIs) akan mempercepat proses recovery pasien. Mempertahankan lingkungan yang aman dan bersih sesuai dengan standard yang dipersyaratkan membutuhkan komitment yang kuat dan biaya yang tidak murah. Berbagai upaya yang telah dilakukan antara lain dengan menjaga sistim sirkulasi udara, memelihara kebersihan kamar dan semua peralatan yang digunakan oleh pasien selama dirawat di rumah sakit. Dengan demikian pasien, tenaga medis, perawat dan petugas penunjang medis serta masyarakat yang datang berobat ke rumah sakit Premier Bintaro dapat terlindungi.

Kewajiban menjaga lingkungan dalam mendukung program infection control tidak hanya diterapkan oleh tenaga medis. Seluruh departemen, unit, bahkan setiap orang, termasuk keamanan, petugas kebersihan, koki, dan tenaga pendukung lainnya wajib menerapkan seluruh kebijakan dan prosedur pengendalian infeksi. Tim Infection Contro Rumah sakit dapat mengaudit dan menelusuri semua langkah tindakan terhadap pasien seandainya terjadi infeksi untuk melihat kemungkinan-kemungkinan penyebab dari infeksi tersebut.Konkretnya, RS Premier Bintaro memiliki sistem dokumentasi (tracking chart) yang dapat ditelusur secara detail dari peralatan steril yang dipakai oleh pasien. Jadi, bisa diketahui alat yang digunakan apa saja, disterilkan kapan, dan siapa yang bertanggung jawab.

RS. Premier Bintaro juga melakukan skrining awal sebagai tindakan pencegahan penularan penyakit sejak awal pasien masuk ke gerbang rumah sakit. Semua petugas medis sudah paham dan menguasai bagaimana menangani pasien menular tersebut sesuai dengan pedoman pengedalian infeksi.

Dr-Errawan-Cuci-Tangan
Dr-errawan-dengan-perawat