Jangan Sepelekan Keluhan Seputar Tangan

dr-Lukman-Shebubakar-Keluhan-Tangan

“Banyak pasien yang datang dengan keadaan sakitnya yang sudah parah. Selain karena tidak pernah ditangani, tidak sedikit yang mengaku sudah dilakukan pengobatan urut tradisional misalnya. Keadaan mereka bukan membaik justru malah semakin buruk.”

Tangan adalah anggota tubuh yang begitu berharga. Dengan tangan, kita dapat menjangkau dan berinteraksi dengan dunia. Dengan tangan pula manusia dapat memanipulasi benda-benda dan lingkungan di sekitarnya. Tangan manusia juga memiliki keistimewaan karena kemampuannya melakukan gerakan-gerakan halus (fine movement) yang tidak dapat dilakukan oleh primata lain.

Kompleksitas anatomi tangan manusia menjadikan tangan sangat unik. Selain itu, karena ukuran dan struktur-struktur di dalamnya yang sangat kecil, tangan menjadi begitu delicate (halus) sifatnya.

Cidera atau luka yang umumnya tidak menimbulkan masalah besar pada paha misalnya, justru dapat menyebabkan masalah yang berarti pada tangan. Itulah sebabnya masalah pada tangan memerlukan perhatian dan penanganan khusus.

Pada kenyataannya, masalah cidera pada tangan seringkali dianggap remeh masyarakat. Padahal bila didiamkan atau tidak ditangani dengan baik, trauma yang terjadi bisa berakibat fatal dan semakin sulit untuk diobati. Kalaupun ditangani, tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih untuk berobat secara tradisional dibanding pergi ke dokter Spesialis Ortopedi di rumah sakit.

Belum lagi pada kasus-kasus lain seperti robek karena sayatan benda tajam dan sebagainya, masyarakat merasa diolesi obat tradisional sudah cukup, tanpa perlu melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal itulah yang yang disayangkan oleh DR. dr. Lukman Shebubakar, Sp.OT (K-Hand), Spesialis Bedah Ortopedi (Bedah Tangan) Rumah Sakit Premier Bintaro. Pengalaman prakteknya menemukan begitu banyak kasus cidera tangan yang menjadi lebih sulit ditangani karena pasien yang terlambat memeriksa ke rumah sakit.

“Banyak pasien yang datang dengan keadaan sakitnya yang sudah parah. Selain karena tidak pernah ditangani, tidak sedikit yang mengaku sudah dilakukan pengobatan urut tradisional misalnya. Keadaan mereka bukan membaik justru malah semakin buruk. Kalaupun dilakukan tindakan saat itu, hasilnya tidak akan sebaik bila saat cidera dulu langsung kami tangani,” ujar dr. Lukman.

Hand Clinic RS Premier Bintaro

Keberadaan Hand Clinic RS Premier Bintaro bisa dikatakan sebagai pioneer Hand Clinic di Indonesia. Menurut dr. Lukman, pertimbangan utama dibuatnya Hand Clinic RS Premier Bintaro adalah semakin banyaknya kasus pada Upper Extremity Bones atau tulang-tulang pada ekstermitas atas, yakni tangan, siku, dan bahu. “Namun bukan tidak mungkin ke depannya nanti, Hand Clinic RS Premier Bintaro akan dikembangkan untuk melakukan tindakan-tindakan pada bagian yang lebih kecil dan rumit,” dr. Lukman menjelaskan.

Yang membedakan Hand Clinic dengan perawatan biasa tentu pada pelayanannya yang lebih fokus dan peralatan medis yang lebih lengkap. Dengan begitu, diagnosa dan penanganan di Hand Clinic akan menjadi lebih tepat. Seperti unit-unit pelayanan lain dengan spesifikasi tertentu, biasanya dipersiapkan penanganan yang melibatkan banyak dokter spesialis. Begitu juga di Hand Clinic, pemeriksaan dan tindakan akan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan dokter-dokter spesialis lain bila memang dibutuhkan.

“Semisal, setelah melakukan penanganan pasien diharuskan melakukan fisioterapi, kami akan merekomendasikan pada dokter fisioterapi yang sejalan dengan kemauan kita atas apa-apa saja yang harus dilakukan pasien untuk mempercepat pemulihannya. Begitu juga dengan dokter-dokter lain, spesialis saraf misalnya kami akan libatkan. Dan semua dilakukan di Hand Clinic tanpa merepotkan pasien,” papar dr. Lukman.

Meski begitu yang tidak dapat dipungkiri menurut dr. Lukman adalah masih banyak masyarakat yang takut untuk membawa keluhan pada tangannya ke dokter spesialis atau Hand Clinic.

“Dalam benak mereka banyak yang masih menganggap penanganan di Hand Clinic akan menyakitkan. Padahal tidak selalu begitu. Kami tentu akan memberikan penjelasan atas tindakan terbaik apa yang harus dilakukan. Bila harus operasi, maka ada risikonya. Begitu juga bila tanpa operasi, maka akan ada juga risikonya. Kami pasti memberikan pilihan yang terbaik bagi pasien,” tutup dr. Lukman.

lobby