Operasi Kantong Mata (Blepharoplasty).
Hilangkan Lemak, Kerutan dan Kulit yang Berlebih.

dr-Audy-Budiarty-Blepharoplasty

Proses penuaan menjadi faktor utama terjadinya kantong mata. Mata terlihat kurang segar, terbentuknya lipatan kulit berlebih, hingga area pandang yang berkurang akibat mengendurnya kelopak mata bagian atas. Penimbunan lemak di bagian bawah mata juga mengurangi keindahan mata. Dengan operasi kelopak mata (blepharoplasty), mata bisa terlihat lebih indah dan segar.

Mata adalah jendela hati. Ungkapan ini memang tidak berlebihan. Mata selalu menjadi pusat perhatian ketika bertemu dan berbicara dengan seseorang. Kondisi kelopak mata yang kurang segar juga sedikit mengurangi penampilan. Mengendurnya otot kelopak mata memang bagian dari proses penuaan yang semua orang akan mengalami.

Bagi mereka yang ingin tetap telihat fresh meski usia sudah tidak muda lagi, operasi kelopak mata menjadi pilihan. Prosesnya yang singkat dan hasilnya menjadikan blepharoplasty pilihan utama. Menurut dr. Audy Budiarty, SpBP, dokter spesialis bedah plastik RSPB (Rumah Sakit Premier Bintaro), mengurangnya keindahan mata bisa dipengaruhi banyak hal, selain faktor penuaan. “Proses penuaan (aging process) memang menjadi faktor utama. Tapi bisa juga dipengaruhi kulit yang dehidrasi (kurang minum), asap rokok, dan posisi tidur. Kalau posisi tidurnya sering tengkurap, kita tahu bahwa gravitasi berpengaruh. Ada kemungkinan terjadinya kantong mata dan lipatan yang berlebih terjadi lebih dini,” jelasnya.

Berkurangnya elastisitas kulit kelopak mata juga menambah kerutan yang tidak diinginkan. “Inilah yang kadang membuat mata terlihat capek atau lelah. Bisa juga mengurangi daerah pandang karena kelopak mata turun sehingga terlihat sipit. Atau bagian bawah mata menonjol karena tumpukan lemak dan kulit berlebih. Itu juga mengurangi keindahan mata,” tambah lulusan Spesialis Bedah Plastik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Operasi Sejak Dini

Usia-usia yang biasanya melakukan operasi kelopak mata bervariasi, tergantung kondisi kelopak mata pasien. Operasi ini juga tidak harus dilakukan sekaligus pada kelopak mata atas dan bawah. “Tergantung kondisinya. Bisa saja hanya bagian atas saja yang dilakukan operasi, atau bagian bawahnya saja. Toh, kalau masih nyaman dan terlihat bagus buat apa semuanya dioperasi? Oleh sebab itu, harus konsultasi dulu, untuk dinilai kelopak matanya bagaimana,” paparnya.

Usia memang mempengaruhi.

Makanya banyak yang melakukan operasi di usia-usia di atas 40 tahun. Biar matanya tetap terlihat bagus. Itu juga tergantung kondisi kelopak mata. Ada juga yang masih remaja biasanya untuk pembuatan lipatan kelopak mata. Satu hal yang perlu dipahami dari operasi ini adalah semakin dini dilakukan operasi, semakin baik. “Bila dilakukan di usia di atas 60 tahun, hasilnya akan sedikit berbeda dan tentu saja tindakan operasinya juga sedikit lebih sulit. Alasannya, faktor elastis kulit,” tambahnya.

Hasil operasi yang dilakukan juga tidak meninggalkan bekas operasi. “Jahitan di buat tepat pada lipatan atau garis kulit kelopak mata, jadi bekas jahitan tidak begitu terlihat. Prosesnya sendiri tergantung kondisi kelopak mata. Yang pasti, untuk bagian atas bisa mengurangi lipatan akibat menurunnya kelopak mata sehingga area pandang semakin baik. Sedangkan bagian bawah, bila kasusnya terjadi karena penumpukan lemak, lemaknya bisa dikurangi hingga bentuk mata lebih bagus,” papar wanita kelahiran Makassar, 5 Agustus 1963.

Proses operasi Blepharoplasty tidak lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam. Kalau untuk satu bagian atau hanya bagian kelopak atas satu mata saja, waktunya hanya 30 menit. “Proses operasi tidak lama, bahkan pasien setelah operasi bisa langsung pulang, seminggu kemudian baru benang bekas jahitan dibuka,” terangnya.

Sebelum operasi, pertama pasien harus melakukan pemeriksaan darah. Faktor pembekuan dilihat terlebih dahulu, terus kadar darah sampai gula darah, sesuai dengan prosedur operasi. Kedua, riwayat penggunaan obat pasien. “Beberapa orang ada yang mengomsumsi obat pengencer darah. Tiga hari sebelum operasi, obat itu harus dihentikan. Alasannya bila tetap dikonsumsi, proses operasi lebih sulit karena darah lebih encer, sehingga darah lebih banyak keluar dan bisa terjadi pembengkakan di bekas operasi. Penyembuhannya juga akan lebih lama,” paparnya.

Proses operasi sendiri biasanya dilakukan dengan kondisi pembiusan lokal/setempat. Artinya, hanya bagian kelopak mata yang mau
dioperasi saja yang di bius. Semakin mudah pengerjaannya bila pasien kooperatif. “Tergantung situasi pasien, bila pasien sering kedip, bisa lama. Jika pasien diam, bisa cepat pengerjaannya,” jelasnya. Jika pasien tidak kooperatif atau takut, bisa pula dikerjakan dengan pembiusan umum/total.

Peralatan yang dimiliki RSPB untuk operasi Blepharoplasty sudah yang teranyar. Termasuk gunting khusus yang digunakan untuk membuka atau membedah kulit yang khusus untuk operasi Blepharoplasty, sedangkan peralatan pendukung seperti mengurangi pendarahan dan pembengkakan (electrocauter) juga tersedia. Penanganan untuk operasi ini langsung oleh dr. Audy. “Paling hanya seminggu sampai dua minggu pasien merasakan sedikit kurang nyaman pasca operasi. Biasanya rasa tidak enak karena masih ada benang operasi, sisanya tidak ada masalah. Dua sampai tiga minggu sudah biasa lagi,” akhirnya.

lobby