Penanganan Cedera Olahraga

Penanganan-Cedera-Olahraga

Sebagian masyarakat sudah paham benar arti berolahraga untuk menjaga kesehatan. Namun, yang sering luput dari pemahaman adalah bagaimana berolahraga yang baik dan cocok. Akibatnya, kerapkali malah menimbulkan cedera. Baik ringan maupun kronis.

Bagaimana mengatasi cedera yang sering terjadi ketika berolahraga? Bagaimana pula menghindarinya? Cedera yang terjadi bisa karena dalam tubuh, ketika otot-otot yang belum siap pakai tiba-tiba dipakai berolahraga atau latihan yang terlalu berat. Seringkali orang yang mengalami cedera, berusaha mengabaikannya. Pada fase-fase awal, memang tidak apa-apa. Usai berolahraga baru akan terasa sakit. Jika cedera ringan biasanya sebelum sembuh betul sudah dipaksakan berolahraga lagi, sehingga menjadi cedera kronis atau menahun.

Cedera yang biasa terjadi ketika berolahraga, lantaran otot-otot pada tubuh tidak siap untuk digunakan. Jika otot masih dalam keadaan kaku dan tiba-tiba dipaksakan, rentan terjadi robekan kecil dan timbul reaksi peradangan. Reaksi peradangan ini yang memberikan efek bengkak atau nyeri. Sebelum berolahraga, sebaiknya melakukan tahap pemanasan, sehingga otot-otot siap melakukan gerakan-gerakan olahraga.

Masalah lain yang sering kali dialami pada olahraga adalah letih. Faktor ini seringkali tidak pernah disadari. Keletihan merupakan tanda awal kerja otot dan sendi sudah melampui batas. Jika merasakan lelah selama melakukan aktivitas sehari-hari, dan mengalami gangguan pola tidur atau peningkatan denyut nadi pada waktu tidur, itu merupakan sinyal keletihan pada tubuh.

Jika tubuh sudah merasakan letih, sebenarnya harus segera diistirahatkan. Sebaiknya, mengonsumsi vitamin atau suplemen, sebagai penunjang. Vitamin yang sering diperlukan otot adalah vitamin B, C, dan D. Sedangkan suplemen yang baik untuk diminum adalah yang mengandung elektrolit. Elektrolit sangat diperlukan untuk aktivitas otot.

Cedera itu sendiri dibagi dua. Pertama, yang sifatnya akut atau mendadak. Contohnya, keseleo. Kedua, cedera yang sifatnya perlahan-lahan, misalnya terasa sakit sedikit, tapi tetap digunakan untuk beraktivitas. Mula-mula ringan, kadang hilang kadang timbul rasa sakit. Pada akhirnya rasa sakit itu menetap dan makin lama intensitasnya makin nyeri. Bila dibawa ke dokter sebenarnya sudah terlambat.

Kendati demikian, jika mengalami cedera sebaiknya memang harus dibawa ke dokter. Patokannya jika rasa sakit tidak hilang dalam 10-14 hari ke depan, walaupun tidak terasa, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Karena fase penyembuhan dari cedera biasanya membutuhkan waktu 10-14 hari. Atau, jika rasa sakitnya hilang dan timbul lagi di tempat yang sama, sebaiknya juga segera dibawa ke dokter.

R.I.C.E

Untuk penanganan cedera akut yang melibatkan otot atau urat, secara medis disingkat dengan RICE. R itu rest. Artinya, begitu ada bagian yang mengalami cedera harus segera diistirahatkan. I adalah ice. Bagian otot yang cedera diberikan sesuatu yang dingin. Baik digunakan selama 24 jam pertama setelah kejadian. C, yaitu compression. Biasanya otot yang cedera dibalut dengan sesuatu pembalut yang elastis. Terakhir E, yaitu elevation. Ketika mengalami cedera, misalnya pergelangan kaki keseleo. Waktu tidur sebaiknya kaki ditinggikan satu bantal lebih tinggi, dengan harapan, pembengkakan tidak akan terjadi, lantaran ada proses gravitasi pada aliran darah.

Ketika cedera si otot mengalami peradangan yang menyebabkan bengkak dan nyeri, es berguna untuk menghentikan proses peradangan. Juga agar bengkaknya tidak melebar dan rasa nyeri diharapkan tidak terlalu hebat. Setelah lebih dari satu hari baru diberikan sesuatu yang sifatnya menghangatkan. Sehingga, diharapkan pembuluh darahnya melebar dan dapat mengurangi proses peradangan tersebut.

Hal yang sering diyakini sebagian masyarakat ketika mengalami cedera bisa ditangani hanya dengan diurut. Secara medis pandangan ini sangat keliru. Sebab otot yang mengalami cedera akan tambah cedera. Belum lagi diberi sesuatu yang bersifat panas.

Selain memahami bagaimana berolahraga yang baik, juga harus menyiapkan pakaian dan sepatu olahraga yang cocok. Sehingga, ada perlindungan terhadap kaki dan pergelangan kaki. Sebab, tidak semua sepatu cocok untuk semua jenis olahraga. Maka, pilihlah olahraga yang cocok. Sehingga, bisa memilih pakaian dan sepatu yang cocok pula. Sepatu olahraga yang baik adalah yang ada talinya. Ada baiknya jika ingin berolahraga, sepatu digunakan satu jam sebelumnya.

Jika ingin berolahraga, sebaiknya kenalilah diri sendiri. Misalnya, usia atau penyakit apa yang diderita. Pilihlah olahraga yang sesuai dengan kondisi atau sesuai dengan olahraga yang disenangi. Persiapkan diri sebelum berolahraga, seperti pakaian, sepatu, dan sebagainya. Lakukan pemanasan sebelum memulai olahraga inti. Jangan lupa melakukan cooling down. Hindarilah olahraga yang bisa membahayakan tubuh.

lobby