PROGRAM REHABILITASI SPINE : SOLUSI ATASI SKOLIOSIS

Penanganan  skoliosis dapat dengan terapi konservatif/ non operatif maupun terapi  operatif.  Untuk penyandang  skoliosis dibawah usia 19 tahun dengan pembengkokan dibawah 20 derajat  dapat diatasi dengan terapi non operatif dengan program rehabilitasi spine yang berupa latihan-latihan secara khusus

Skoliosis masih belum akrab di telinga masyarakat Indonesia dan banyak yang belum mengenal skoliosis baik itu  jenis kelainannya , penyebabnya hingga gejala-gejala yang menyertai.Apalagi mengetahui cara penanganan yang benar secara medis. Sebagian yang tahupun lebih memilih pengobatan secara tradisional bukan medis.

Skoliosis sebenarnya berasal dari kata ‘skolios’ yang berarti bengkok. Jadi skoliosis diartikan pembengkokan pada tulang belakang. Pembengkokan tulang belakang itu selalu bergerak ke arah samping kiri atau kanan. Kelainan ini secara sepintas terlihat sangat sederhana.Namun, jika diamati  lebih jauh sebenarnya terjadi perubahan yang cukup signifikan pada tulang belakang akibat perubahan bentuk tulang belakang secara tiga dimensi.

Skoliosis dapat dijumpai dari derajat pembengkokan yang sangat ringan sampai pada derajat yang sangat berat. Dalam kasus ringan, misalnya pembengkokan dengan kurva tidak lebih dari 20 derajat , penderita biasanya tidak mengeluhkan apa-apa. Di Indonesia sendiri, seirngkali ditemukan penderita skoliosis dengan derajat pembengkokan lebih dari 100 derajat.

Penanganan Skoliosis.
Penanganan  skoliosis dapat dengan terapi konservatif/ non operatif maupun terapi  operatif.  Untuk penyandang  skoliosis dibawah usia 19 tahun dengan pembengkokan dibawah 20 derajat  dapat diatasi dengan terapi non operatif dengan program rehabilitasi spine yang berupa latihan-latihan secara khusus. Tujuan dari program latihan ini adalah agar progres  skoliosis dapat dihentikan , membuat badan lebih seimbang, tampilan lebih baik serta  kualitas hidup lebih baik .
Rehabilitasi spine  untuk penanganan skoliosis meliputi antara lain  latihan peregangan, penguatan otot serta perbaikan postur tubuh.Latihan ini harus dijalankan dengan teratur  dibawah supervisi terapis dan menjadi home programe yang    dilakukan  terus menerus secara rutin dan menjadi bagian  yang tidak terpisahkan  dari aktivitas sehari-hari.

Terapi latihan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih seperti DBC (Documentation Based Care)  dan guna mencapai  hasil yang optimal terapi dilanjutkan dengan Floor Exercise .

Selain mengikuti program rehabilitasi spine ,  hal  lain  yang tak kalah pentingnya adalah melakukan pendekatan kognitif dan perilaku (behavior) dengan memberikan  edukasi antara lain  tentang pemahaman  skoliosis , berbagai aktivitas dan  sikap /postur tubuh yg dapat memperberat skoliosis serta program latihan yg wajib  dilakukan secara  rutin / teratur agar derajat pembengkokan tidak bertambah. Pendekatan kognitif dan behavior ini merupakan satu kesatuan  dari program rehabilitasi spine  dan diharapkan melalui pendekatan ini terapi penanganan skoliosis dapat memberikan hasil yang optimal.

Untuk skoliosis dengan kurva pembengkokan mencapai 20 derajat hingga 40 derajat  maka penanganannya  dengan rehabilitasi spine yang meliputi  terapi latihan aktif serta  pemakaian brace.Tujuan pemakaian brace adalah untuk koreksi dan atau menahan laju perburukan skoliosis.

Untuk penbengkokan dengan kurva lebih dari 40 derajat , perbaikan tidak mungkin dilakukan dengan terapi latihan /brace dan solusinya  adalah dengan cara operasi.

RAMSAY SPINE CENTER
RS Premier BINTARO

Membantu mengatasi problem tulang belakang secara terpadu dan komprehensif.Penanganan oleh tim yang terdiri dari berbagai bidang spesialistik

Informasi lebih lanjut hubungi 021-27625500 ext 3338 Dengan Dani

infosehat07102012