Ubah Kebiasaan, Hindari Nyeri Punggung

Ubah-Kebiasaan-Punggung

Anda sering merasa nyeri pada punggung? Bisa jadi, penyebab utamanya justru dari kebiasaan sehari-hari. Entah itu duduk agak membungkuk, berdiri dengan topangan tak seimbang, posisi tidur yang salah, hingga sering melakukan gerakan yang berlebihan. Ubahlah kebiasaan Anda, agar terhindar dari nyeri punggung.

Nyeri pada punggung merupakan keluhan nyeri yang sering diderita. Kalau cuma pegal-pegal saja, itu bisa dianggap biasa. Namun, seiring waktu, rasa nyeri bisa semakin parah. Kadang datang tiba-tiba, terus sehari menghilang. Tak jarang, rasa nyeri pada punggung bisa berlangsung hingga seminggu.

Jika rasa nyeri lebih sering dialami dan semakin parah, sebaiknya memeriksakan ke dokter. Biasanya, banyak yang baru mengetahui, jika rasa nyeri pada punggung terjadi karena kebiasaan. Misalnya, membawa tas penuh dengan segala pernak-pernik dan peralatan kerja. Kebiasaan menyandang tas berat di satu bahu, juga bisa membuat punggung cedera.

Jika cedera yang dialami tak terlalu serius, biasanya tak membutuhkan tindakan pengobatan yang drastis. Dokter hanya memberi obat pereda nyeri dan menyarankan mengubah kebiasaan penyebab nyeri punggung.

Tak Pernah Berhenti Bekerja

Terbukti memang, penyebab utama nyeri punggung bisa dari kebiasaan kecil yang tak kita sadari bisa menimbulkan cedera atau tarikan otot. Bahkan, masih banyak orang yang menganggap remeh soal nyeri punggung ini. Padahal, empat dari lima orang dewasa, pernah atau akan mengalami nyeri punggung dengan tingkatan yang berbeda.

Mengapa punggung begitu rentan cedera? Boleh dibilang, tulang belakang tak pernah berhenti bekerja selama sehari penuh. Dengan kata lain, aktivitas apapun pasti melibatkan tulang belakang. Mulai dari duduk, berdiri, mengangkat barang, tidur, hingga olah raga. Salah posisi saja dari aktivitas tersebut, bisa mengakibatkan cedera pada tulang belakang.

Untuk kasus yang lebih sulit, misalnya bila pasien dicurigai mengalami patah tulang, tumor, atau infeksi, pemeriksaan lebih mendetil penting untuk dilakukan. Bisa lewat beragam tes, seperti rontgen, MRI, atau CT Scan, untuk melihat kondisi tulang belakang secara keseluruhan.

Documentation Based Care

Jika Anda merasakan nyeri pada punggung, tidak perlu khawatir dan berpikir macam-macam dulu. Tidak semua nyeri punggung harus berakhir di meja operasi. Kebanyakan kasus nyeri punggung malah tidak memerlukan tindakan serius. Sebagian besar masalah tulang belakang memang tidak memerlukan terapi operatif, cukup dengan mengikuti terapi non-operatif.

Di RS Premier Bintaro, terdapat program fisioterapi dan latihan Documentation Based Care (DBC). Ini merupakan program rehabilitasi aktif dan komprehensif yang bertujuan menghilangkan rasa nyeri dan memulihkan fungsi tulang belakang.

Program rehabilitasi ini juga mencegah berulangnya masalah-masalah tulang belakang. DBC dapat digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan tulang belakang, akibat ragam penyebab. Mulai dari nyeri akibat peradangan, kecelakaan, pascaoperasi, syaraf terjepit (nerve root compression), penyempitan rongga tulang belakang (narrowing of spinal canal), hingga nyeri karena penyebab yang tak spesifik (nonspecific pain). Pasien dari remaja hingga lanjut usia, bisa menjalani program ini.

DBC tidak bisa menyembuhkan kelainan-kelainan tulang belakang bawaan, seperti skoliosis. Namun, dapat membantu mengatasi nyeri yang ditimbulkan dari kelainan tersebut. Sesuai dengan konsep rehabilitasi aktif, dalam program DBC, pasien diharuskan menjalani latihan menggunakan berbagai alat. Sebelum menjalani latihan, pasien diharuskan menjalani pemeriksaan awal untuk menentukan jenis latihan yang akan dijalani. Mereka yang kontraindikasi dengan program, tidak diperkenankan menjalani DBC. Antara lain, pasien dengan nyeri yang sangat akut, pasien terindikasi operasi, dan pasien dengan pecah tulang (fracture).

Evaluasi hasil akan dilakukan setelah proses latihan selesai. Untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai, pasien dianjurkan tetap mengikuti program DBC dengan frekuensi latihan yang lebih jarang, seminggu sekali. Selain itu, pasien juga diharuskan menjalani kebiasaankebiasaan yang mendukung program, seperti sikap tubuh yang baik. (hf)

lobby