Varises

Varises adalah pembuluh darah yang membesar dan berbelit-belit. Istilah ini umumnya mengacu pada pembuluh darah di kaki, meskipun varises dapat terjadi di tempat lain. Vena memiliki katup leaflet untuk mencegah darah mengalir mundur (retrograde).

Otot-otot kaki pompa vena untuk mengembalikan darah ke jantung, melawan efek gravitasi. Ketika pembuluh darah menjadi varises, selebaran dari katup tidak lagi memenuhi dengan baik, dan katup tidak bekerja. Hal ini memungkinkan darah mengalir mundur dan mereka memperbesar bahkan lebih.

Varises yang paling umum di vena superfisial kaki, yang tunduk pada tekanan tinggi ketika berdiri. Selain masalah kosmetik, varises sering menyakitkan, terutama saat berdiri atau berjalan. Mereka sering gatal, dan menggaruk mereka dapat menyebabkan bisul. Komplikasi serius jarang terjadi. Perawatan non-bedah termasuk skleroterapi, stoking elastis, mengangkat kaki, dan olahraga.

Perlakuan bedah tradisional telah vena pengupasan untuk menghilangkan vena yang terkena. Baru, perawatan kurang invasif, seperti USG-dipandu skleroterapi busa, ablasi frekuensi radio dan perawatan laser endovenous, secara perlahan menggantikan perawatan bedah tradisional. Karena sebagian besar darah di kaki dikembalikan oleh vena dalam, pembuluh darah superfisial, yang kembali hanya sekitar 10 persen dari total darah dari kaki, biasanya dapat dihapus atau ablated tanpa bahaya serius.

Varises dibedakan dari vena retikuler (vena biru) dan telangiectasias (laba-laba vena), yang juga melibatkan insufisiensi katup, dengan ukuran dan lokasi pembuluh darah. Banyak pasien yang menderita varises mencari bantuan dari dokter yang mengkhususkan diri dalam perawatan vena. Para dokter ini disebut phlebologists.

Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Varises

June 20, 2013 | Filed under: Kesehatan and tagged with: cara mencegah varises, cara menghilangkan varises, cara mengobati varises, gejala timbulnya varises, penyebab varises

Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Varises –

Varises penyakit yang biasa muncul dibagian kaki tepatnya pada bagian betis ini memang tidak terlalu berbahaya namun  akan berbahaya bila varises tumbuh pada bagian vital tubuh seperti esophagus, scrotum dan vulva. Varises adalah sebuah kondisi dimana pembuluh vena normal mengalami pelebaran atau dilatasi akibat pengaruh peningkatan tekanan vena. Pembuluh darah vena berfungsi mengangkut darah, sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung. Varises dapat mengahambat peredaran darah yang menyebabkan tubuh kita akan merasa nyeri dan lelah. Bentuk varises cenderung berwarna kehijauan dan ukurannya bervariasi, berukuran besar dan juga kecil, bisa memanjang dan juga pendek. Varises dapat terjadi dimana saja pada bagian tubuh pada kaki, tangan, esophagus, scrotum dan vulva. Namun yang paling sering yaitu pada bagian betis. Penyakit varises pada kaki terutama disekitar betis akan membentuk urat-urat yang menonjol keluar. Bagi wanita yang bekerja dan sangat mementingkan penampilan penyakit ini sangat mengganggu dan mengurangi rasa percaya diri dengan bentuk otot otot yang menonjol keluar.

Penyebab Varises pada Kaki

  • Memakai sepatu hak tinggi
    Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal.
  • Faktor keturunan
    Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.
  • Kehamilan
    Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.
  • Terlalu banyak berdiri
    Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.
  • Kurang gerak
    Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.
  • Merokok
    Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.
  • Kolesterol tinggi
    Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.

Gejala / Tanda – tanda Varises

  • Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah.
  • Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.
  • Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy).
  • Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh.
  • Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah.
  • Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.

Pencegahan dan Pengobatan Varises

  • Setelah beraktivitas seharian, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah terkena varises usahakan tidur dengan posisi seperti ini untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
  • Lakukan olahraga secara rutin
  • Usahakan agar tidak berdiri terlalu lama
  • Jangan memijat terlalu keras daerah varises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena.
  • Sering duduk berselonjor kaki
  • Perbanyak makan yang berserat tinggi, dan kurangi yang mengandung protein hewani
Varises
Varises2