WOUND CARE – Cegah Luka Sejak Dini

WOUND CARE - Cegah Luka Sejak Dini

RS Premier Bintaro memiliki unit pelayanan khusus luka bernama Wound Care. Unit ini bertugas menangani segala macam luka, baik ringan, akut, maupun kronis. Penanganannya pun profesional, tersertifikasi, dan integratif, dengan menggunakan perangkat perawatan terkini.

Divisi Layanan Khusus Luka (Wound Care) RS Premier Bintaro memiliki semboyan, Perawatan Luka dengan Konsep Lembab Lebih Baik. Divisi ini memiliki metode penanganan terkini dengan perawat khusus dan tersertifikasi.

Eksis di RS Premier Bintaro sejak tahun 2011, pelayanan Wound Care sudah merawat ratusan pasien yang mengalami bermacam jenis luka. Mulai dari luka ringan, akut hingga kronis.

Luka, memiliki arti terputusnya kontinuitas jaringan, karena cedera atau pembedahan. Klasifikasi luka berdasarkan struktur anatomis, sifat, proses penyembuhan, dan jangka waktu penyembuhan.

Luka dikatakan akut jika penyembuhan memakan waktu 10 hari sampai tiga minggu. Sedangkan luka kronis, yaitu segala jenis luka yang gagal melewati proses perbaikan untuk mengembalikan keutuhan kulit dan fungsi yang normal. Biasanya berlangsung lebih dari tiga minggu.

Faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka, antara lain status imunologi atau kekebalan tubuh, kadar gula darah. Status cairan tubuh (rehidrasi) dan pencucian luka, nutrisi, kadar albumin darah, suplai oksigen, rasa nyeri, dan penggunaan obat, seperti kortikosteroid.

Menurut Ludi Maulana, di era digital seperti sekarang, ketika tingkat penderita penyakit degeneratif dan kelainan metabolik, seperti diabetes semakin tinggi, maka luka yang mengiringi penyakit-penyakit tersebut juga membutuhkan penanganan khusus. Untuk itu, kehadiran unit layanan perawatan luka atau wound care sangat dibutuhkan, apalagi keberadaan layanan tersebut di rumah sakit area Tangerang Selatan masih relatif sedikit.

Peran Wound Care

Penanganan yang dilakukan oleh layanan perawatan luka RSPB terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Kehadiran Wound Care di ranah keperawatan rumah sakit di Bintaro Jaya ini merupakan bagian dari peningkatan kinerja dalam melayani pasien. Peran Wound Care tentu terintegrasi dengan dokter umum dan dokter spesialis.

‘Bila ada kasus, jika diperlukan maka akan dirujuk ke tim Wound Care. Rujukan ke tim Wound Care dapat dilakukan, baik rawat inap maupun rawat jalan. Bila dalam pengkajian luka, ditemukan adanya tanda infeksi, maka kami akan berkolaborasi dengan dokter untuk terapi antibiotik, pemeriksaan lab, rontgen, dan lain-lain, yang berhubungan dengan kondisi luka; jelas Puji Swastika Sari, akrab disapa Tika.

Mengenai perawatan luka di RS Premier Bintaro. Ludi menjelaskan, tim dokter dan perawat khusus luka, menggunakan perangkat perawatan luka terkini (modem dressing), berdasarkan evidence based. Hal ini tentu lebih efektif meringankan luka penderita dan proses penyembuhan luka bisa tercapai dengan optimal, cost effect iveness, comfort, and safety.

Tersedia pula peralatan penunjang yang dibutuhkan dalam Wound Care. Antara lain, Doppler Vasculer (untuk mengukur dan mengetahui kategori luka vena, arteri, atau campuran), dan Negative Pressure Wound Therapy (NPWT) atau mesin yang menggunakan tekanan negatif, merupakan salah satu alat unggulan RS Premier Bintaro untuk merawat luka tingkat tiga dan empat. Alat tersebut ada yang khusus untuk pasien imobilisasi dan ada pula yang berbentuk portable kecil, sehingga bisa mobile.

Tika menambahkan, intinya tim perawat khusus luka di RS Premier Bintaro tetap mengacu pada kenyamanan dan kepuasan pasien. Terutama dalam pemilihan bahan atau alat perawatan luka. Misalnya, untuk bahan, paling penting pasien tidak pernah mengalami reaksi alergi terhadap bahan atau alat-alat kesehatan perawatan luka yang digunakan. Pada dasarnya, pemilihan produk yang tepat harus berdasarkan kondisi luka, pertimbangan biaya (cost), kenyamanan (comfort), dan keamanan (safety).

Baik Ludi dan Tika sama-sama berharap unit layanan perawatan luka ini dapat berbentuk klinik, baik di RS maupun Wound Care Berjalan. Berfungsi tak hanya merawat luka pasien di RSPB tapi juga di luar rumah sakit.

Unit ini pun senantiasa bersedia memberikan edukasi yang dibutuhkan bagi pasien dan keluarga dalam merawat luka. Misalnya, pemahaman mengenai konsep penyembuhan luka lembab, pemilihan bahan balutan, dan prinsip-prinsip intervensi luka yang optimal. Ini merupakan konsep kunci untuk mendukung penyembuhan luka.

Namun, luka yang terlalu basah juga akan menyebabkan maserasi atau lecet kulit sekitar luka. Memahami konsep penyembuhan luka lembab, pemilihan bahan balutan, dan prinsip-prinsip intervensi luka yang optimal, merupakan konsep kunci untuk mendukung proses penyembuhan luka.

lobby