Wrist Arthroscopy

wrist-arthtoscopy

Deteksi dan Atasi Masalah Pergelangan Tangan

Sebelum popularitas wrist arthroscopy meningkat, operasi pergelangan tangan dilakukan dengan sayatan besar. Sekarang ini banyak prosedur operatif yang bisa dilakukan dengan bantuan wrist arthroscopy sehingga sayatan jauh lebih kecil dan nyeri pasca operatif lebih ringan.

Masalah pergelangan tangan sering terjadi, baik nyeri maupun keterbatasan gerak. Gangguan pada pergelangan tangan disebabkan banyak hal, mulai dari cedera hingga degenerasi.

Ketika nyeri pergelangan tangan timbul, banyak pasien mencari pengobatan di tempat yang salah sehingga masalah tak kunjung selesai dan penyebab nyeri tidak pernah teridentifikasi dengan tepat. Bedah tangan (hand surgery) adalah bidang yang menangani keluhan-keluhan di pergelangan tangan. Penanganan masalah pergelangan tangan dilakukan secara sistematik, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (radiologi), laboratorium, obat-obatan, suntikan, fisioterapi hingga tindakan operatif.

Apa itu Wrist Arthroscopy?

Wrist Arthroscopy atau artroskopi pergelangan tangan merupakan suatu teknologi operatif yang memiliki dua fungsi, yaitu diagnostik dan terapeutik, di mana sendi dapat divisualisasi langsung oleh kamera kecil yang dimasukkan ke dalam sendi.

Meskipun tergolong tindakan operatif, wrist arthroscopy bersifat invasif minimal (minimally invasive) karena hanya memerlukan sayatan kecil. Dengan wrist arthroscopy, masalah di dalam sendi dapat langsung diidentifikasi (diagnostik).

Menurut dr. Margareta Arianni, SpOT (K-Hand), spesialis orthopaedi bedah tangan RS Premier Bintaro, MRI pergelangan tangan masih memiliki keterbatasan.

“Berbeda dengan persendian lain, lutut misalnya, jaringan-jaringan pada persendian pergelangan tangan ukurannya sangat kecil. MRI kadang tidak bisa menampilkan detil yang tinggi pada persendian pergelangan tangan. Dengan Wrist Arthroscopy, kita bisa langsung melihat kelainan yang terjadi di dalam sendi,” ujar dr. Margareta.

Sebelum popularitas wrist arthroscopy meningkat, operasi pergelangan tangan dilakukan dengan sayatan besar. Sekarang ini banyak prosedur operatif yang bisa dilakukan dengan bantuan wrist arthroscopy sehingga sayatan jauh lebih kecil dan nyeri pasca operatif lebih ringan.

Kamera artroskopi dimasukkan ke dalam sendi melalui sayatan sepanjang 5mm, dan pada layar monitor akan langsung terlihat apa yang ditangkap oleh kamera. Ligamen yang robek, tulang rawan sendi yang rusak maupun retak dan instabilitas sendi semua dapat terlihat dengan jelas.

“Pada kasus ligamen pergelangan tangan yang robek, misalnya, penjahitan ligamen tersebut dapat dikerjakan secara artroskopik dengan sayatan kecil,” dr. Margareta menjelaskan.

Selain menjahit ligamen yang robek, artroskopi juga dapat membantu merapikan fragmen patah tulang sendi pergelangan tangan, membersihkan jaringan sinovium yang meradang pada rheumatoid arthritis, fusi sendi (fusion), bahkan tindakan rekonstruktif yang kompleks.

Apakah Wrist Arthroscopy Berisiko?

Menurut dr. Margareta, risiko tindakan Wrist Arthroscopy relatif kecil, berbeda dengan tindakan pembedahan besar yang berpotensi ‘merusak’ lebih banyak jaringan lunak. Nyeri pascaoperasi adalah hal yang wajar, namun derajatnya jauh lebih ringan dibandingkan dengan nyeri setelah operasi dengan sayatan besar.

dr. Margareta juga menyarankan agar masyarakat tidak menyepelekan keluhan-keluhan pada pergelangan tangan. Masyarakat sebaiknya berobat di rumah sakit yang memiliki layanan khusus bedah tangan, agar masalah pergelangan tangan dapat ditangani dengan tepat.

lobby